Balita di Sumut Tenggelam di Kolam Renang Karena Ibunya Fokus Main HP

Balita di Sumut Tenggelam di Kolam Renang Karena Ibunya Fokus Main HP

Balita laki-laki berusia empat tahun tewas tenggelam di kolam renang Tirtamas, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (30/3). Saat kejadian, ibu balita itu luput mengawasi anaknya karena sibuk bermain handphone (HP).

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit mengatakan awalnya sekitar pukul 15.40 WIB, korban datang bersama orang tuanya berinisial T (37) dan S (40).

“Awalnya korban bersama ayahnya S berenang di kolam renang utama yang kedalamannya 1,5 meter. Beberapa menit kemudian, mereka berpindah ke kolam anak-anak yang kedalamannya 50 centimeter,” ujar Firdaus Rabu (30/3).

Setelah itu, ayah korban menitipkan anaknya ke ibunya T. Namun saat ayahnya kembali, dia melihat sang anak tenggelam dan diselamatkan pengunjung lainnya, sementara ibu tidak mengetahui kejadian itu.


“Selama 15 menit meninggalkan korban S melihat bahwa anak kandungnya tenggelam dan telah diangkat pengunjung lainnya ke pinggir kolam,” ujar Firdaus.

Selanjutnya korban sempat dibawa ke klinik Praktik Mandiri di Kecamatan Tanjung Morawa.

“Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan dia meninggal dunia,” ujar Firdaus.

Kata Firdaus, korban tenggelam diduga karena luput dari pengawasan sang ibu yang sibuk bermain handphone.

“Korban meninggal dunia akibat lalainya T yang fokus menggunakan ponsel genggam dan tidak benar-benar dalam menjaga korban ketika ditinggal berenang oleh S,’’ tutupnya.

Sumber: Kumparan




Madrasah hingga SMA Hilang dari RUU Sisdiknas, Nadiem: Agar Fleksibel "Katanya"

Madrasah hingga SMA Hilang dari RUU Sisdiknas, Nadiem: Agar Fleksibel "Katanya"

Tak hanya istilah 'madrasah', istilah 'SD' hingga 'SMA' juga tidak ada dalam draft revisi RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Nadiem Makarim menambahkan penjelasan tentang alasan satuan pendidikan itu tidak masuk teks RUU Sisdiknas.

"Penamaan secara spesifik, seperti SD dan MI, SMP dan MTs, atau SMA, SMK, dan MA akan dipaparkan di bagian penjelasan," kata Nadiem lewat akun Instagramnya, Rabu (30/3/2022).

Nadiem menyampaikan klarifikasi tentang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini. Istilah itu tidak ada dalam RUU Sisdiknas agar RUU tersebut bisa lebih fleksibel penerapannya.

"Tujuannya adalah penamaan bentuk pendidikan tidak berdasarkan undang-undang sehingga jauh lebih fleksibel dan dinamis," kata Nadiem.

Belakangan, isu tentang masuk-tidaknya istilah satuan pendidikan, memang lebih terfokus pada istilah madrasah, nama sekolah untuk agama Islam. Nadiem mengatakan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menetapkan program pendidikan termasuk juga dalam proses revisi RUU Sisdiknas.

"Sedari awal tidak ada keinginan atau rencana untuk menghapus sekolah, madrasah atau bentuk-bentuk pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional. Sebuah hal yang tidak masuk akal dan tidak pernah terlintas di benak kami," tutur Nadiem.

Nadiem menyampaikan ada empat hal pokok yang dirumuskan dalam RUU Sisdiknas, yakni:

1. Kebijakan standar pendidikan yang mengakomodasi keragaman antara daerah dan inovasi.

2. Kebijakan wajib dilengkapi dengan kebijakan hak belajar.

3. Kebijakan penataan profesi guru agar inklusif dan profesional.

4. Kebijakan peningkatan otonomi serta perbaikan tata kelola pendidikan tinggi.


Indonations.com

Viral, Suami di Tegal Nekat Ambil Kembali Semua Seserahan Usai Diceraikan Istri, Publik: Sakit Hati Bikin Hilang Logika

Viral, Suami di Tegal Nekat Ambil Kembali Semua Seserahan Usai Diceraikan Istri, Publik: Sakit Hati Bikin Hilang Logika


baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang mengundang seorang suami nekat mengambil kembali seserahan dari pernikahannya, usai bercerai oleh sang istri. Diduga bahwa perceraian tersebut terjadi karena adanya permasalahan dalam rumah tangga mereka.

Video viral seorang suami yang nekat mengambil kembali seserahan pernikahannya dari istri tersebut viral di media sosial. Salah dibagikan dibagikan oleh akun @lambe_turah di media sosial Instagram.

Pada video tersebut diperlihatkan para keluarga dari pihak suami mendatangi rumah keluarga sang istri. Rombongan suami kemudian mengambil seserahan pernikahan yang sebelumnya diberikan, diduga karena tak terima kasih yang diberikan.

Sementara itu, dalam video tersebut juga terlihat bahwa situasi tersebut terjadi pada malam hari. Selain itu aksi seorang suami mengambil kembali seserahannya dari sang istri yang disaksikan oleh para tetangga sekitar.

Dalam video tersebut terlihat dari warga ada yang bersorak serta terdapat juga warga yang ikut emosi melihat aksi suami tersebut. Selain itu, dalam video juga diperlihatkan seorang pria yang sedang membawa lemari beserta seluruh perlengkapan rumah lainnya.

Pada unggahan postingan tersebut, sang pemilik akun Lambe_Turah menuliskan bahwa karena suami sakit hati, maka seserahan pun diminta kembali. 

"Suami yang sakit hati... Maka seserahan diminta kembali...," tulis akun lambe_turah dikutip pada Kamis (31/3/2022).

Dalam video yang berdurasi 36 detik tersebut, disebutkan lokasi kejadian yang terlupakan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Video tersebut pun viral, teradapat beberapa warganet yang ikut emosi dan juga penasaran terhadap apa yang membuat sang suami hingga tega menarik kembali seserahan dari pernikahan tersebut.

"Bukannya yang boleh diambil lagi maharnya aja ya," tutur akun Fa***am.

"Perhitungan banget," ujar akun me***20.

"Sakit hati kadang bisa hilang logika," sahut akun da****us.

"Laaahhh kok gitu? Namanya seserahan sudah jadi milik perempuan apapun masalahnyeeee, laka jadi hati sihh boleh tapi kagak gini juga kali," kata akun ha****y29.

"Makin malu gak sih jadi laki sih begitu," ucap pengguna akun Instagram laz***ia.

Hingga berita ini dibuat, postingan tersebut telah mendapatkan like sebanyak 205 ribu dan komentar sebanyak 11,4 ribu dari para warganet.

Sumber: Yoursay/suara

Kurang Puas! Oknum Guru Hamil Tua Nekat Selingkuh Dengan Tukang Sampah di Temanggung

Kurang Puas! Oknum Guru Hamil Tua Nekat Selingkuh Dengan Tukang Sampah di Temanggung

Kasus perselingkuhan di Jawa Tengah, kembali terjadi. Jika sebelumnya seorang nenek 4 cucu tertangkap basah "gituan" dengan mantunya di Purworejo. Kali ini kasus serupa terjadi di Temanggung ketika umat muslim sedang kegiatan takbiran, Sabtu (23/5/2020) malam.

Ialah seorang oknum guru salah satu sekolah swasta di Candiroto, Temanggung berinisial Nkn (39) diketahui tengah berhubungan badan pria idaman lain (Pil) berinisial Rko (41).

Pria pasangan selingkuh sang oknum guru ini diketahui seorang tukang sampah keliling di lingkungan RT tempat tinggal Nkn.

Perbuatan tak terpuji oknum guru yang tengah hamil 8 bulan ini terbongkar setelah suaminya bernama Bahrodin (39), pulang dari kerja di Temanggung kota.

Awalnya, Bahrodin mengabari istrinya jika malam takbiran akan pulang. Namun sebelum suaminya tiba, justru dimanfaatkan Nkn janjian dengan Rko bertemu di rumahnya.

Sekitar pukul 18.30 Wib, Rko pun datang di rumah Nkn. Sayangnya kedatangan PIL Nkn tersebut dicurigai oleh warga. Sehingga tiga tetangga oknum guru inipun turut mengintai.

Karena Rko bertamu sudah satu jam lebih tepat pukul 19.45 Wib tak kunjung pulang, ketiga warga inipun diam-diam memanjat atap rumah Nkn. Tepat ruangan kamar Nkn warga membuka atap genteng dan mereka melihat antara Nkn dengan Rko sedang melepas pakaian keduanya dan berhubungan di saat suara takbir menggema di luar.

Tidak ingin timbul fitnah, warga yang melihat adegan yang diperankan Nkn tersebut langsung menghubungi Bahrodin dan meminta meminta sampai ke rumah.

Tak langsung lama suami Nkn pun tiba dan langsung melabrak kamar istrinya. Benar. Saat pintu kamar dibuka Bahrodin menyaksikan istri tanpa pakaian bersama tukang sampah.

Keduanya pun langsung digiring ke rumah Ketua RT. Saat ditanya di tempat Ketua RT, Nkn mengaku tergiur “burung” Rko yang cukup besar melihat menggoda karena besar dan panjang.

“Memang saya salah. Ini resiko saya. Kenapa gelap mata karena si Rko sering pamer burung di belakang rumah jadi tergiur melihat ukuran. Saya minta maaf,” ujar Nkn, Sabtu (23/5/2020) malam pukul 22.00 Wib.

Sementara suami Nkn mengaku tidak memaafkan istrinya dan akan mempolisikan mereka. Ia juga menjatuhkan talak meski istrinya sedang berbadan dua.

“Saya jijik melihat kalian. Malam ini saya ceraikan kamu dan kita bukan suami istri lagi. Saya akan lapor ke polisi,” ucapnya di rumah Ketua RT.

Hingga berita ditulis, usai dari rumah Ketua RT, Nkn langsung pulang ke rumah orang tuanya di Candiroto Wetan. Sedang menuju Polsek setempat. Lantas, pria selingkuhan Nkn menawarkan menikahi Nkn jika harus cerai dengan suaminya.

Begitu juga Nkn, dia ikhlas menerima pria selingkuhannya sebagai suaminya nanti. (M.Rahmat)

Sumber: beritasatu