Madrasah hingga SMA Hilang dari RUU Sisdiknas, Nadiem: Agar Fleksibel "Katanya"

Tak hanya istilah 'madrasah', istilah 'SD' hingga 'SMA' juga tidak ada dalam draft revisi RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Nadiem Makarim menambahkan penjelasan tentang alasan satuan pendidikan itu tidak masuk teks RUU Sisdiknas.

"Penamaan secara spesifik, seperti SD dan MI, SMP dan MTs, atau SMA, SMK, dan MA akan dipaparkan di bagian penjelasan," kata Nadiem lewat akun Instagramnya, Rabu (30/3/2022).

Nadiem menyampaikan klarifikasi tentang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini. Istilah itu tidak ada dalam RUU Sisdiknas agar RUU tersebut bisa lebih fleksibel penerapannya.

"Tujuannya adalah penamaan bentuk pendidikan tidak berdasarkan undang-undang sehingga jauh lebih fleksibel dan dinamis," kata Nadiem.

Belakangan, isu tentang masuk-tidaknya istilah satuan pendidikan, memang lebih terfokus pada istilah madrasah, nama sekolah untuk agama Islam. Nadiem mengatakan selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menetapkan program pendidikan termasuk juga dalam proses revisi RUU Sisdiknas.

"Sedari awal tidak ada keinginan atau rencana untuk menghapus sekolah, madrasah atau bentuk-bentuk pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional. Sebuah hal yang tidak masuk akal dan tidak pernah terlintas di benak kami," tutur Nadiem.

Nadiem menyampaikan ada empat hal pokok yang dirumuskan dalam RUU Sisdiknas, yakni:

1. Kebijakan standar pendidikan yang mengakomodasi keragaman antara daerah dan inovasi.

2. Kebijakan wajib dilengkapi dengan kebijakan hak belajar.

3. Kebijakan penataan profesi guru agar inklusif dan profesional.

4. Kebijakan peningkatan otonomi serta perbaikan tata kelola pendidikan tinggi.


Indonations.com